Monday, November 28, 2016

Dalam pemerhatian saya:

Dalam sejarah hidup seorang manusia, kecerdikan seorang itu bergantung kepada akal dan akal perlu selalu diisi dengan ilmu maka barulah seorang itu dikatakan orang berilmu.


Ilmu hadir dari dua pendekatan, belajar dan berfikir.

Belajar dengan cara berguru atau membaca dan berfikir pula menggunakan bahan yang ada di dalam badan samada pancaindera, kudrat atau tenaga.

Saya berpendapat,tidak semestinya seorang yang dianggap Ketua, maka segala yang diperlakukannya baik,dari pemerhatian kritik-kritiknya. Pokoknya, setiap orang mesti mempunyai penasihat atau setidak-tidaknya mendengar nasihat orang lain.

Apabila seorang menganggap dia bijak dan setiap tutur katanya seperti hadis, maka orangnya itu akan termasuk dalam golongan macam pengikut Ayah Pin (Ketua Kerajaan Langit yang diharamkan kerajaan).

Kadang-kadang bila lihat gelagat manusia yang mendakwa diri mereka pandai dan lebih bersih kita tertanya-tanya sendiri. Apakah mereka itu benar-benar ikhlas bila buat teguran atau mengkritik.

Cara mereka lebih memperlihatkan kesumat hati mereka yang penuh rasa dengki dan cemburu.    
Kritik mereka lebih bersifat peribadi. Mereka hanya ternampak kuman diseberang lautan.   Gajah depan mata yang lebih membahayakan diri sendiri saolah-olah terlepas pandang.Kasihan manusia ini !. 

Yang lain mungkin tidak sehebat dia dalam pikiran otaknya,tetapi mengatakan dirinya sebagai penyelesai masaalah rekaan dirinya sendiri tentulah tidak boleh diwajarkan oleh mereka-mereka yang berfikiran munasabah.

Kadang-kadang kita kena juga lihat diri kita sendiri sebelum mengata orang lain.

Walaupun saya memang meluat dengan gelagat hypokrit seperti ini,tetapi saya tidak mahu menghina mereka.

Berilah kritik yang baik dan bukannya merapu dan membuat tuduhan yang menjatuhkan nama dan imej dimata orang sekeliling dan asing. Manusia sepatutnya bersopan bila menegur atau di tegur.

Wahai manusia. Sedarlah sedikit untuk mengetahui siapa sebenarnya kamu.

No comments:

Post a Comment

What is a 'HINDU' ?

In 1995, Chief Justice P. B. Gajendragadkarwas quoted in anIndian Supreme Court ruling:

When we think of the Hindu religion, unlike other religions in the world, the Hindu religion does not claim any one prophet; it does not worship any one god; it does not subscribe to any one dogma; it does not believe in any one philosophic concept; it does not follow any one set of religious rites or performances; in fact, it does not appear to satisfy the narrow traditional features of any religion orcreed. It may broadly be described as away of life and nothing more.

Common Misunderstandings on Hinduism

Vedanta (and all Hinduism) is entirely monistic, believing only in the all-pervading world-soul, Brahman, rather than a personal God

This advaita philosophy is certainly popular, and offers a simple explanation of the many deities. Nonetheless, many theologians have considered God to be a person. He is not merely an anthropomorphic representation, nor are the various deities and murtis simply incarnations or representations of an impersonal Supreme.

Thus Hinduism includes both monism and monotheism. It is misleading to call the Abrahamic religions,"the monotheistic traditions," implying that monotheism is absent from the Eastern traditions. Vedanta includes many monotheistic schools. They may accept the existence of many gods and goddesses, but strongly emphasizes the pre-eminence of the Supreme Deity.



Previous writing links here:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Quotable Qoutes

We are all apt to believe what the world believes about us.
(George Eliot -1819 - 1880)


We are the people our parents warned us about.
(Jimmy Buffet)
"The hottest places in Hell are reserved for those who in times of great moral crisis maintain their neutrality."

(Dante Alighieri )





Blog Archive